right-way-wrong-way1

Arti penderitaan dan Makna Dibaliknya

Hello kawan semuanya😀 , sekarang saya akan berbagi mengenai suatu hal yang mungkin dapat menginspirasi agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaa😀, pengalaman akan suatu hal yang mungkin dapat dikatakan kepedihan akan suatu hal yang dirasakan.

Ok come on check this out !🙂

Banyak dari kita semua telah mengetahui bahwa pengalaman merupakan guru terbaik yang pernah kita miliki. Menurut saya pribadi hal tersebut dapat dikatakan benar apabila kita dapat memetik suatu pelajaran dan selanjutnya kita dapat merubah hal itu menjadi lebih baik lagi.

Pengalaman akan kepedihan suatu hal yakni ketika saya dengan keadaan sekarang saya ini saya sangat sedih bila terus merasakan hal yang tidak terdapat dalam diri saya karena selalu merasa apa yang telah kita miliki itu kurang, kurang dan kurang dalam artian kita selalu kurang bersyukur. Padahal jika kita melihat disekeliling kita itu banyak akan teman dan saudara-saudara kita tidak mampu atau memiliki kekurangan yang tidak dimilikinya seperti kita. Beberapa hal mungkin yang dapat saya contohkan nanti yakni ketika saya merasa kurang dalam ekonomi namun ketika dijalan yang biasa saya lalui, terlihat seorang nenek renta tak berdaya membaya karung dibelakang tubuhnya terasa membawa beban yang amat berat akan tetapi saya masih belum bersyukur akan nikmat yang telah dikaruniai oleh Tuhan YME, ketika banyak segelintir orang orang yang tidak memiliki rumah melainkan mereka tinggal dipinggir jalan, dikolong jembatan dan bahkan mereka tinggal di gerobak yang mereka tinggal tidak menetap. Itu semua merupakan suatu hal yang membuat sedih akan diri saya yang merasa kurang akan suatu hal.

Hakekat penderitaan

  • Dikhotomi, artinya penderitaan dan kebahagian memiliki hubungan yang saling berkesinambungan dari pengalaman hidup manusia, tidak ada penderitaan jika tidak ada kebahagian
  • Universal, unik , spesifik artinya bahwa seluruh manusia yang ada di dunia pasti tahu (mengenal, mengerti arti penderitaan. Setiap orang pernah merasakan menderit, berat-ringannya dipersepsi secara individual.
  • Kontradiktif, artinya penderitaan secara jasmani akan mendatangkan kebahagian secara rohani dan penderitaan duniawi akan mendatangkan kebahagian akhirati.

 

Macam – macam penderitaan

–     Secara fisik/jasmaniah;

–     Mental/rohaniah ( kekalutan mental – stress – frustasi – ketakutan/phobia);

–     Fisik dan mental , mengandung gradasi dalam penghayatannya (subyektif dan toleransi individual), pengalaman tidak dirasakan sama beratnya oleh setiap individu .

 

Kekalutan mental merupakan penderitaan bathin, yaitu gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga bertingkah kurang wajar dan puas dengan fantasinya sendiri.

Penderita kekalutan mental, contoh:

1.  Di lingkungan kota besar banyak tantangan hidup, orang merasa dikejar memenuhi kebutuhan hidup;

2.   Anak-anak yang menjadi korban keegoisan orang tua, contohnya perceraian;

3.   Orang yang terlalu mengejar materi.

Phobia adalah ketakutan yang dibesar-besarkan dan tidak pada tempatnya.

Hal-hal yang menyebabkan ketakutan:

–          Claustrophobia : takut berada di ruang tertutup

–          Agoraphobia : takut berada di tempat yang terbuka

–          Takut di ketinggian, takut di kegelapan, takut kesakitan, dan sebagainya.
Penderitaan tidak didambakan oleh manusia. Mereka ingin “bebas” dari penderitaan  dan selaluberupaya untuk melepaskan diri dari pengalaman tersebut.

Upaya yang dilakukan:

  • Perilaku nyata – menghindar dari keadaan yang disadari dapat memberikan pengalaman tersebut (mengandung antisipasi).
  • Mencairkan makna penderitaan – diterima sebagai suatu “hikmah”.
  • Diterima sebagai suatu kenyataan tetapi diperkecil nilai bebannya – diterima sebagai kenyataan tetapi ditafsirkan sebagai suatu yang bernilai dikemudian hari.
  • Menolak kenyataan – mekanisme eksistensi diri (psikologi).

 

Oleh karena itu kita dalam hidup ini mari menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan terus berusaha untuk bersaing demi tercapainya suatu tujuan kita agar tidak mudah menyerah dalam menggapai apapun yang kita inginkan.

Sumber :

http://windy-ilmubudayadasar.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-penderitaan.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s