punk

Dalam Pergaulan Punk diKehidupan Bermasyarakat

Salam semuanya  :)  mari saatnya kini kita berbicara mengenai pergaulan ataupun tindakan atas adanya komunitas anak punk. Hal ini kadang seringkali membuat kita takut ataupun khawatir atas tindakan mereka yang menurut kita mereka tidak benar atau apapun untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Here we go !😀

Punk atau yang lebih dikenal dengan sebutan komunitas anak punk menurut saya merupakan suatu komunitas atas diri mereka untuk lebih diperhatikan ataupun di akui keberadaannya dalam kehidupan bermasyarakat yang menurut mereka itulah tindakan yang benar akan menunjukan keberadaan diri mereka ataupun mereka telah mendapatkan kembali jati diri mereka yang diinginkannya.

Di Indonesia sendiri, punk masuk sekitar dekade 80-an melalui musik dan fesyen. Generasi punk mulai membiak seiring penampilan kelompok musik punk, sex pistol, yang banyak di gandrungi oleh kawula muda dan remaja. Mulailah budaya meniru menjalar. Beberapa anak muda Bandung menjiplak mentah-mentah budaya impor tersebut. Mereka tiru dandanan punk, seperti rambut gaya mohawk dan kelengkapan aksesori lainnya. Banyak anak muda terpincut punk, tentu tidak bisa lepas dari peran musik.

Sebagian orang menyangka bahwa musik adalah sarana untuk bersenang-senang semata. Sekedar pengisi waktu luang dan pengisi sepi. Kenyataannya, sangkaan mereka keliru. Melihat apa yang terjadi dari perkembangan generasi punk, musik memiliki peran yang teramat mendalam. Bahkan, bagi generasi punk, musik telah mampu menjadi perantara bagi perubahan haluan hidup mereka. Berawal dari menyukai musik, gaya hidup mereka berubah. Jiwa mereka berubah, orientasi hidup mereka berubah. Bahkan, gaya berpakaian, aksesoris, rambut, wajah, hingga srpatu semuanya berubah, itulah dampak musik.

Gaya hidup generasi punk adalah cerminan dari ketidakberdayaan menghadapi perubahan zaman, persaingan global, keadaan jiwa yang masih labil–karena mayoritas kelompok mereka masih remaja—dan tidak memiliki bekal ilmu yang cukup guna menghadapi situasi yang cepat berbubah, menjadikan mental mereka mudah terpuruk. Mereka hudup terombang-ambing penuh ketidakpastian. Mereka menjadi manusia frutasi yang menyerah kalah oleh keadaan.

Mska dari itu, tatkala ide punk bergulir, mereka seakan-akan mendapat wadah untuk mengekspresikan kekesalan jiwanya. Bosan melihat situasi rumah yang selalu hiruk pikuk dengan konflik dan ketidakharmonisan, mereka lantas lari dari rumah dan mencari situasi baru. Mereka berteman dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama, bosan dengan rumah, bosan dengan aturan yang mengikat, bosan dengan situasi yang tidak pernah berubah. Jadilah generasi punker, generasi yang tidak suka kemapanan, selalu berubah dan mengikuti arus zaman.

Mereka bisa bergaul bebas, lantaran tak memiliki prinsip dan pandangan hidup yang kokoh. Mereka suka menerobos norma yang ada, karena mereka tak memiliki figur yang pantas untuk membimbing mereka ke jalan yang benar. Kehampaan, kekecewaan demi kekecewaan, kegalauan demi kegalauan menumpuk, terakumulasi dalam jiwa yang akhir muaranya adalah hidup menjadi anak jalanan. Sebagian masyarakat melabeli mereka dengan “sampah masyarakat”. Mereka benar-benar terbuang dari kehidupan bermasyarakat yang sehat. Bagai seonggok sampah yang di buang karena sudah tidak berguna.

Pesan saya :

Untuk itu kita sebagai masyarakat harus memerhatikan mereka dan janganlah kita selalu mereka buruk karena saya seringkali melihat sekolompok anak punk berbuat baik agar keberadaan jatidiri mereka diterima dalam kehidupan bermasyarakat dan mereka tetap pada jalannya yang benar sehingga tidak meresahkan kehidupan dimasyarakat.🙂

Sumber :

3 thoughts on “Dalam Pergaulan Punk diKehidupan Bermasyarakat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s